Jumat, 27 Februari 2009

Hutan dan Manusia


Sejarah keterkaitan antara manusia dan hutan telah dicatat sejak 60 juta tahun silam, di saat manusia primitif telah menempati hutan tropika sebagai tempat hidupnya. Pada masa itu terjadi perubahan tempat tinggal dari gua-gua menjadi tinggal di atas pohon (Simmons, 1972 dalam Kimmins, 1987). Dengan dijadikannya kawasan hutan sebagai tempat tinggal oleh manusia primitif (manusia purba), maka interaksi antar keduanya terjadi dengan lebih intetnsif.
Pemanfaatan hutan sebagai tempat tinggal ini memiliki konsekuensi yang sangat besar, seperti berubahnya struktur dan komposisi dari suatu wilayah hutan. Entah bagaimana bentuk tempat tinggal manusia purba di zaman itu, tapi yang pasti akan tetap berdampak terhadap keseimbangan ekosistem hutan yang ditempatinya (walaupun sangat kecil). Hal ini dikarenakan manusia purba tersebut akan melakukan segala aktifitasnya di dalam hutan, entah dalam bentuk aktifitas biologis ataupun akatifitas sosial mereka.
Dampak negatif dari aktifitas manusia di dalam hutan akan lebih kentara seiring dengan berkembangnya peradaban manusia itu sendiri. Bagaimana tidak, berkembangnya suatu peradaban manusia menuntut berbagai hal dari hutan. Seperti kayu, daging, dan berbagai sumberdaya hutan lainnya. Seiring dengan bertambahnya waktu, kebutuhan-kebutuhan tersebut akan terus meningkat. Karena, jumlah maanusia yang terus bertambah dan semakin kompleksnya tingkat kebutuhan manusia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar anda pada tulisan penulis dapat memotivasi penulis untuk membuat tulisan yang lebih baik lagi